Jadi hamba Tuhan benar benar serba salah…

Ini merupakan opini dan mungkin juga refleksi saya sebagai seorang hamba Tuhan muda…

Mungkin ini bisa jadi renungan buat semua hamba Tuhan gak tua gak muda.
Betapa repotnya jadi hamba Tuhan, apalagi sampai dikenal orang banyak.
Pengalaman saya mengatakan bahwa jadi hamba Tuhan tidak seenak jadi orang biasa seperti kebanyakan kita temui, seorang hamba Tuhan sangat dituntut oleh orang yang mengetahui dirinya sebagai hamba Tuhan.

BEBERAPA HAL YANG SERING DIJADIKAN SOROTAN UMAT

[Pakaian Mahal (Branded)]
Jika seorang hamba Tuhan itu pakai pakaian mahal, padahal basically hamba Tuhan itu memang orang yang cukup uang untuk membeli pakaian bagus (branded) karena bisa saja dia seorang pengusaha atau karyawan dengan posisi yang bagus, langsung saja jemaat atau orang yang dilayani berbisik bisik “koq hamba Tuhan pakai bajunya bagus amat”….”koq hamba Tuhan setelan jas nya merk Versace ?”
Bingung bukan ? kalau memang hamba Tuhan itu mampu atau diberi hadiah oleh orang yang dilayani atau jemaat tempat dia melayani , apakah salah menggunakannya saat melayani atau memakainya untuk beberapa kali acara yang menurut hamba Tuhan itu penting ? apa yang salah ??
Tapi hal tersebut terjadi, sehingga menimbulkan suara suara sumbang bagi hamba Tuhan yang memiliki baju branded itu.
Dan hal ini memberikan image yang tidak baik, menghakimi orang lain….siapakah kita sehingga bisa menghakimi sesama ? Kenapa orang selalu menghakimi ? Paradigma (cara pandang) yang tidak baik harusnya hilang dimata orang-orang yang dilayani, karena tidak berarti hamba Tuhan itu boros atau korupsi, walaupun memang ada hamba Tuhan yang seperti itu, dan sering kejadian mencuri persembahan jemaat, tapi apakah itu harus POTONG RATA ?
Cobalah berpikir , siapa tahu itu hadiah ? Oh pendeta itu keren yah, bajunya bagus, dia diberkati…
Kenapa tidak berpikir, oh pendeta / hamba Tuhan kenalan saya begitu diberkati Tuhan, sampai baju , mobil aja bagus, luar biasa Allah kita, dan kita yang dibimbingnya atau yang didoakannya juga berhasil, haleluya !!
Kenapa kata-kata yang keluar dari jemaat malah negatif ? Tidak kah pendeta / hamba Tuhan itu anak Allah juga yang menerima berkat yang sama dengan anak-anak lainnya ? Atau anda berpikir kalau anda orang kaya, hamba Tuhan biar saja miskin ? Oooh malang sekali hamba Tuhan yang dihakimi dan didaulat seperti itu, karena dia tidak lebih dari sampah di kerajaan Allah ……
apakah begitu ?
coba anda renungi…..

[Khotbah Keras , Hidup dalam Firman yang Tegas]
Jika ada seorang hamba Tuhan, begitu mantapnya mengajarkan firman Tuhan dan mengajak jemaat untuk hidup didalam kebenaran firman itu, dengan tanpa tidak berkompromi terhadap dosa, tidak berkompromi terhadap penyakit, lalu apa kata orang lain atau bahkan kata sesama hamba Tuhan yang mendengarkan pengajarannya ?
“Hiiiiiii hamba Tuhan si A mah keras, kita gak bisa deh ikut dia, dia gak mau seperti kita yang walaupun sudah berkeluarga boleh main mata ke X ke Y…” atau “Hiiiiiii serem amat tuh sama mukjizat mukjizat yang dia lakukan, masa diatas kepalanya bisa keluar api Roh Kudus, itu beneran api Roh Kudus atau ilmu hitam, dan lagi koq bisa keluar debu emas, dan menumbuhkan gigi dan tangan yang buntung, serem loh ,hati hati dengan hamba Tuhan seperti itu !!!”
Oh haleluya !! betapa primitifnya kita seandainya kita berpikir seperti itu, tidak tahukah anda, bahwa sebagai orang Kristen, kita harus taat pada firman, entah itu di perjanjian lama ataupun perjanjian baru, semua itu kita lakukan supaya kita tidak bercacat pada hari kedatangan Yesus Kristus.
Apa yang salah dari mentaati firman Tuhan ? Kalau anda merasa mentaati firman Tuhan itu berat dan belum waktunya dengan berbagai alasan, saya masih orang duniawi , saya masih bisnisman, yah sudah…tapi bukan berarti anda berhak menghakimi firman Tuhan itu sendiri bukan ? Memang ada tingkatan iman Kristen, tapi saya katakan bahwa jika anda menghina pekerja mukjizat Allah yang dahsyat, ingatlah satu firman ini “[ITB] Mar 3:29 Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.”
Jadi sebelum menghakimi, lihat dulu buah dari hamba Tuhan itu sebelum menghakimi , sebelum memutuskan untuk menghina hamba Tuhan itu “SESAT” ! Mintalah Roh Kudus untuk memberikan hikmat dan pernyataan apakah hamba Tuhan itu benar atau tidak . . . .

[Seperti Tidak Ada Privacy]
Pernah saya dikagetkan oleh seorang yang pernah saya layani, ketika bertemu dengan orang tersebut. Saat itu saya sedang mengantri tiket nonton di Plaza Senayan 21 bersama adik saya dan teman satu tim pelayanan dengan saya. Dengan entengnya orang tersebut menyapa saya “Hai pak Elven, apa kabar ? Nonton yah ? Koq hamba Tuhan boleh sih nonton di mall begini”
Yaaaa amppuuuuunnnnn memangnya hamba Tuhan itu robot, gak boleh ke restaurant, gak boleh nonton di mall, bahkan jangan2 gak boleh ke luar negeri lagih? Sedangkan hamba Tuhan itu berkelas dunia, diundang konggregasi di luar negeri atau kemana lah? Ceriwis sekali omongan orang seperti itu ? Kenapa tidak membuat sesuatu sukacita bagi dua belah pihak ?
Mungkin tidak semua mengalami seperti saya, tapi saya bingung saja kenapa semua perbuatan saya disoroti orang ? Apakah saya cukup terkenal🙂 padahal banyak sekali diluar sana yang lebih terkenal ? Atau mereka cemburu hamba Tuhan mereka itu senang hati tapi hati orang yang dilayani masih bermasalah ? Hehehee itu bukan salah hamba Tuhan nya, tapi coba lah tanya Roh Kudus, apakah sudah hidup sesuai dengan firman Tuhan atau belum ?

Pengalaman ini saya tulis bukan karena saya sinis tapi hal ini seharusnya membuka mata anda yang memang pernah dilayani seorang hamba Tuhan, tetap saja hamba Tuhan itu anak2 Allah juga, yang tentunya mendapat berkat yang sama dengan anda yang anak2 Allah juga, jadi cobalah berpikir untuk tidak menjadi ceriwis dan sinis kalau hamba Tuhan itu diberkati dan diurapi…
waktu sudah semakin pendek, apakah masih perlu memusingkan hal sia-sia begini ?

Shaloom,
Jesus bless all of you !

Published in: on April 9, 2008 at 8:43 am  Comments Off on Jadi hamba Tuhan benar benar serba salah…  
%d bloggers like this: