Resign dari pekerjaan Allah ?

Baru2 ini saya mendengar beberapa kabar selentingan yang agak menyedihkan dan juga menjengkelkan dari beberapa teman yg bersama-sama saya sebelumnya setelah 4 tahun pelayanan , bekerja di ladang Tuhan menyatakan ingin menyudahi pekerjaan mulia bersama Tuhan ini lantaran kelelahan dan kepahitan luar biasa yang beberapa orang alami karena tidak menemukan sesuatu yg dirasa perlu atau tidak merasa adanya bantuan dari Tuhan.

Sebenarnya ini merupakan bahan khotbah yang bagus kalau mau diuraikan tapi rasanya saya belum mau berkhotbah untuk hal seperti ini karena saya merasa ahh biarkan dulu orang2 yang dulu sepelayanan dengan saya walaupun tidak melakukan perbuatan besar , hanya karena ikut2an , merasakan enaknya berkumpul dalam doa bersama tapi yah sudah gak ada masalah, karena prinsip saya “ada datang ada pergi itu biasa” krn saya tidak bergantung pada kemurahan hati saya sendiri tapi kemurahan hati Allah lah yg membuat saya tetap berjalan dan tekun sampai garis akhir untuk melayani Allah tanpa banyak embel2 atribut yang bikin pusing.
Bagi saya kalau Allah memberi kesempatan melayani itu suatu hal yang luar biasa ,kesempatan termulia seorang manusia untuk duduk bersanding bersama Allah dalam pekerjaan kerajaanNya.

Memang tidak bisa dipungkiri jika kita sedang diajar Allah, dididik, bahkan seperti dipukul kita sering mengeluh bahkan seolah ditinggalkan Allah yang sebenarnya satu-satunya harapan dikala penderitaan datang. Pada masa seperti ini biasanya Allah sedang melihat hati kita apakah kita sanggup apakah kita setia seperti DIA setia. Banyak yang berguguran bahkan banyak yang bertahan dengan membayar dengan darah dan airmata, dan itu bukan hal sia-sia, tapi diperhatikan Tuhan, dan Dia yang adalah KASIH akan mengganjarnya dengan sukacita dan pembebasan pada akhirnya, namun banyak sekali orang yang saya layani yang mengalami banyak sekali stress dan tidak mau lagi percaya bahwa Allah mengasihi mereka akhirnya menjadi murtad dalam keimanan akan Yesus dan bahkan lebih parah lagi menjadi seorang yang dingin dan tidak mau lagi berkomunikasi dengan Tuhan, tidak berdoa, tidak menyentuh hati Tuhan lagi, bahkan alpha ke Gereja.

Sungguh hal tersebut mendukakan Roh Kudus yang sudah begitu rupa menghibur kita, begitu rupa menolong kita untuk bertahan hidup di bumi ini, sungguh menyedihkan…tapi saya jadi teringat pada kitab Ratapan 3:3-8 yang bunyinya begini
Sesungguhnya, aku dipukul-Nya berulang-ulang dengan tangan-Nya sepanjang hari.
Ia menyusutkan dagingku dan kulitku, tulang-tulangku dipatahkan-Nya.
Ia mendirikan tembok sekelilingku, mengelilingi aku dengan kesedihan dan kesusahan.
Ia menempatkan aku di dalam gelap seperti orang yang sudah lama mati.
Ia menutup segala jalan ke luar bagiku, Ia mengikat aku dengan rantai yang berat.
Walaupun aku memanggil-manggil dan berteriak minta tolong, tak didengarkan-Nya doaku.

Mengapa hal2 seperti ini terjadi di zaman anugerah penuh kasih karunia, kenapa hal tersebut bertentangan dengan yang Rasul Paulus kemukakan dalam Roma 11:5-6

Demikian juga pada waktu ini ada tinggal suatu sisa, menurut pilihan kasih karunia.
Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia..

Paulus mengatakan di bab2 sebelumnya bahwa manusia dibebaskan dosanya, dibenarkan oleh karena kasih karunia Allah di dalam penebusan Yesus Kristus putraNya, dan segala aturan kutuk hukum taurat menjadi hilang digantikan penebusan dosa, pembenaran oleh iman kepada Yesus, maka hal2 beruba hukuman dosa seperti di masa perjanjian lama sebenarnya sudah tidak ada lagi atau dengan iman kita bisa berkata tidak berlaku lagi karena Yesus sudah menyelesaikan nya di kayu salib. Haleluya !!! Jadi kita adalah orang2 yang sudah dibenarkan oleh Yesus dihadapan Bapa dan Bapa sorgawi menerima kita kembali menjadi anakNya.
Namun mengapa masih ada penderitaan bagi anak2 Allah ? Kenapa sepertinya banyak sekali anak2 Allah, Hamba2 Tuhan sering mengalami hal yang menyedihkan, kecewa seperti ditinggalkan dan menjadi pahit dalam Tuhan, berakar dalam kepahitan dan kekecewaan yang akhirnya membawa kita kepada jurang maut yang memang sudah direncanakan Iblis bagi anak2Nya ? W H Y ?

Yang harus kita ketahui adalah “Bapa tidak pernah mengizinkan kita tidak selamat kecuali memang ada orang2 yang sudah tidak dapat diselamatkan dan Bapa ingin semua orang menerima keselamatan, jadi peganglah pedoman ini, Allah Bapa kita tidak berencana apapun untuk suatu yang jahat di dalam kita! Jika kita mengalami pendidikanNya, tidak lain tidak bukan supaya kita semakin bergantung pada Dia, berakar dalam Dia,bertumbuh serta berbuah berlimpah-limpah dalam kebenaran, yang nanti nya membawa kita kepada kesempurnaan dan kemuliaan bersama anak domba Allah yaitu Yesus Kristus sendiri dan memerintah bersama denganNya.”
Jika hal ini ditekuni, dan selalu imani bahwa kita anak2 Allah hal tersebut bukan suatu yang menyeramkan untuk dijalani tapi justru semakin Roh Kudus menguasai diri kita, mengupas kedagingan kita makin tenanglah kita berjalan di jalan Tuhan, makin kuatlah kita untuk mengatasi masalah demi masalah, membayar harganya demi mengasihi Tuhan yang nantinya harga tersebut akan diubah menjadi kemuliaan yang tiada taranya.”

Ibrani 12:11 “Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.”

Jadi kalau sudah begini, apakah harus resign dari pekerjaan Allah yang sebenarnya justru merupakan kesempatan bagi kita menunjukkan kesetiaan dan kasih kepada Allah Bapa Tuhan kita Yesus ? Semua itu tergantung anda semua, saya berdoa supaya anda mengerti tulisan ini dan menjadikan kita semua sempurna dihadapan Allah pada saat kedatanganNya , tidak ditemukan bercacat, karena Dia yang mengasihi kita adalah Kudus.

Semoga damai sejahtera Allah, kasih karunia di dalam Yesus Kristus dan persatuan dengan Roh Kudus senantiasa beserta anda semua…

God bless u

Published in: on July 27, 2007 at 3:44 am  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://elvens.wordpress.com/2007/07/27/resign-dari-pekerjaan-allah/trackback/

%d bloggers like this: