Tuhan, Engkau dimana saat aku menangis…

jesus.jpg

Saat kakiku melangkah ke rumah Fani, sahabatku yang baru dua bulan lalu ditinggal suaminya, kembali ke rumah Bapa, aku mendengar ada suara yang yang berat dan cukup keras, bahkan bernada menghardik. Karena mereka menggunakan bahasa daerah, aku tidak mengerti isi perbincangan mereka, tapi dari nada suaranya, aku sangat yakin orang itu marah.

Aku mengenal Fani sudah lama, kami bersahabat sejak masa kuliah di semester tiga, menurutku dia sangat beruntung, begitu lulus dari universitas langsung dilamar oleh Ronald, seorang pengusaha muda yang cukup sukses. Terbukti rumah yang mereka miliki sangat mewah,seharga 2M!! & di garasi ada dua buah mobil, salah satunya bermerk “Audi”.

Ronald tidak hanya suami yang mapan, tapi yang paling penting dia takut akan Tuhan, kejutan yang besar jika orang yang selalu tersenyum ramah dan sangat sabar itu, meninggal dengan cara yang begitu mendadak, ditemukan terjatuh karena pingsan di ruang kerjanya, dalam perjalan menuju rumah sakit, Tuhan sudah menjemputnya.

Aku memutuskan tetap menunggu di luar, bukan waktu yang tepat jika aku masuk ke dalam rumah dengan kondisi panas seperti itu. Kemarin sore, Fani memintaku untuk tinggal sementara di rumahnya, dia butuh teman untuk berbagi, dan aku tau ada isak tangis saat dia menelponku
kemarin.

Setelah menunggu satu jam lebih, akhirnya tamu yang bersuara berat dan keras itu pun pulang, tanpa sedikit pun melirikku, ternyata si suara berat dan keras itu adalah papa dan mamanya Ronald.

Fani bercerita bahwa orang tua Ronald mengira kalau anaknya meninggalkan banyak harta, dan mereka meminta hak sebagian harta yang ada dan yang lebih mengerikan lagi, mereka menuntut hak asuh atas David, buah cinta kasih mereka yang baru berumur satu tahun.

Yang membuat mereka marah tak terkendali, waktu tahu mobil mewah yang ada
digarasi ternyata dibeli dengan cara kredit, dan pembayaran ke dealer baru tiga kali kali, artinya pembayaran masih panjang ! Ditambah cicilan rumah masih enam bulan lagi baru lunas, Dan enam bulan terakhir ini bisnis yang mereka rintis menurun.

Mertuanya menuduh Fani menghambur-hamburkan uang, bahkan dituduh sebagai penyebab kematian anak mereka, tadinya dia berharap, kedatangan mertuanya bisa meringankan beban yang dia rasakan selama ini.

Kata Fani, “Kalau saja aku tidak memikirkan David, mungkin aku sudah bunuh diri! Aku sudah mendapat panggilan ke dua dari bank, karena waktu membeli rumah dan mobil kami mendapat pinjaman dari bank. Merry, di mana Tuhan Kita itu saat ini!?” tanya Fani sambil menangis sesenggukan. “Aku sudah putus ASA, selama dua bulan ini, semua masalah aku tanggung
sendirian, aku sudah DOA dan berpuasa tapi sepertinya doaku sama sekali tidak Tuhan
dengar…”

“Fani, jangan biarkan iblis menggoyahkan imanmu, Tuhan tau apa yang anakNya butuhkan, yakin dan percaya saat kau lemah di situlah nyata kuasaNya!”

Malam itu, kami berdua memuji, menyembah Dan berjanji untuk DOA puasa selama satu minggu ini. Aku mendapat tugas luar kota, jadi hanya dua malam saja aku menemai Fani, berhubung lokasi yang aku tuju tidak Ada jaringan telkomsel, selama itu kami tidak ada komunikasi. Dua minggu lebih aku berada di lokasi, disela-sela kesibukanku aku selalu teringat pada Fani,
makanya saat aku tinggalkan lokasi dan berada di tempat yang sudah ada jaringan Telkomsel-nya, aku langsung mengaktifkan HPku.

Dari sepuluh SMS yang masuk, ada satu dari Fani, yang isinya membuatku tak kuasa menahan tangis, “Shalom, Merry! Praise to the Lord, Kristus yang sudah mati bagiku, telah menolongku keluar dari masalah!”

Dengan sigap aku menelpon Fani, walau sambil bercerita dia menangis tapi aku tau kalau dia menangis karena suka cita.
“Satu hari sebelum pihak bank datang untuk menyegel rumah dan dealer mobil menarik kembali mobil mereka, sepasang suami istri yang tidak dia kenal datang menemuinya, bapak itu bermaksud membeli rumah dan mobil!
Waktu aku tanya, apa yang membuat mereka ingin membeli rumah dan mobil itu, dan
dari mana dia tau kalau mobil dan rumah rencananya akan dijual, sementara aku belum membuat iklan.”

Mereka bercerita demikian. Sekitar dua minggu yang lalu, suami-istri itu melewati rumah mereka, mereka tertarik dengan rumah itu dan sekaligus mobil yang ada, tapi karena tidak ada tanda bahwa rumah dan mobil dijual,mereka mengurungkan niat. Malam harinya, sepasang suami istri itu
bersamaan mimpi diminta seseorang untuk mendatangi pemilik mobil dan rumah yang mereka
lihat tadi sore, dan mereka mengalami mimpi yang sama tiga malam berturut-turut. [artinya : kejadian itu saat kami berdua sepakat untuk DOA dan puasa kan?]

Tuhan bisa pakai siapa saja, untuk menolong Kita, tanpa diduga-duga seseorang yang tidak dikenal Tuhan kirimkan untuk membeli rumah dan mobil dengan harga yang tinggi.

Aku jadi teringat, kisah Nabi Elia, Tuhan mengirimkan burung-burung gagak untuk memberi dia makan.
1 Raja-raja, 17:4 Engkau dapat minum dari sungai itu, Dan burung-burung
gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana.”

Segala sesuatu indah pada waktuNya, setelah menjual rumah dan mobil, Fani
membeli sebuah rumah mungil, sebagai tempat tinggal sekaligus tempat membuka usaha katering dan membuat kue yang nantinya dititip di toko roti.

Dengan penuh suka cita, Fani bersaksi padaku, kalau Tuhan sudah menolongnya keluar dari permasalahan yang sangat pelik, maka dia yakin kalau Tuhan akan memulihkan hubungannya dengan sang mertua.

dari Milis tetangga…

Published in: on April 4, 2007 at 10:24 am  Comments (2)  

The URI to TrackBack this entry is: https://elvens.wordpress.com/2007/04/04/tuhan-engkau-dimana-saat-aku-menangis/trackback/

RSS feed for comments on this post.

2 CommentsLeave a comment

  1. Saya mengalami hal yang mirip dengan Fani, th 2002 anak saya meninggal kemudian th 2004 usaha saya habis oleh manager saya, saya dan suami berusaha untuk bangkit dan Tuhan ijinkan kami bisa mulai pulih tetapi di th 2005 kembali terulang kejadian yang sama kali ini habis oleh adik saya sendiri dan kami bangkrut semua aset sudah habis kami jual tapi belum cukup untuk membayar hutang, dalam usaha untuk membayar hutang suami mencari kerja sampingan dan meminjam uang dari teman2 tapi ternyata tidak menyelesaikan masalah karena kami terpuruk makin dalam dengan beban bunga, hingga saat ini kami menunggu uluran tangan kasih Tuhan, segala doa dan puasa sudah saya usahakan tapi Tuhan belum berkenan dan saat ini saya dalam keadaan putus asa, karena rumah mau disita. Maukah Tuhan menolong saya seperti yang dilakukanNya kepada Fani?

  2. Shalom bu Maria,
    saya hanya bisa berkata “PERCAYA SAJA KEPADA YESUS” dengan pergumulan hidup yang sedang terjadi. Saya mengerti sekali keadaan terdesak seperti ini mengendorkan arti percaya kita kepada Tuhan. Selidikilah apakah ada kesalahan dibalik semua ini, bertanyalah kepada Roh Kudus yang PASTI akan memberitahukan segala sesuatunya dengan tepat dan sesuai rencanaNya, bertanyalah sampai ibu mendapatkannya. Saya tidak mungkin menuliskan dalam blog ini, karena etika, tetapi saran saya berdoalah kepada Tuhan, minta ampun atas kesalahan apa yang pernah dibuat. Jika dalam ujian ini kita merasa bahwa semua sudah melewati batas kemampuan manusiawi kita, maka berserahlah kepada Allah seperti tidak ada lagi rasanya pertolongan, penyerahan total, pengampunan dosa dan kerendahan hati kepada Tuhan ,bisa menarik hati Tuhan untuk melakukan mujizatNya. Kisah Fani hanya contoh didalam keadaan sangat terjepit Tuhan ada ! Saya berdoa supaya ibu Maria dan keluarga diberi pertolongan yang terbaik dari Allah, karena apapun keputusanNya, Dia sudah tahu akan masa depan kita selanjutnya. Mungkin ibu merasa berat melepaskan rumah tersebut, namun Allah punya rencana lainnya ? Hanya ibu sekeluarga dan Allah yang tahu, Dia mengerti ,Dia peduli, tidak ada selain “PERCAYA SAJA” , perkatakan firman Tuhan untuk membangun jiwa ibu sekeluarga, bersikap rela sehingga jikalau pun yang terburuk terjadi, ibu sekeluarga diberi kekuatan. Cobalah untuk menjadi mantap dan kaya dalam rohani bukan hanya materi, karena Allah menginginkan hal tersebut dari keluarga ibu Maria,sebagai anak-anak Allah. Doa saya agar ibu sekeluarga “MAMPU” menghadapi semua masalah sekarang ini, dan diberi iman untuk MAMPU melewatinya bersama Tuhan Yesus, satu satunya Juru Selamat.
    Tuhan Yesus memberkati


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: